Banyak yang bilang, bahwa hidup itu butuh hiburan, atau ada juga yang bilang kalau hidup itu jangan dibuat serius. Ungkapan itu tidak salah dan terkadang ada yang kurang tepat, karena setiap orang berbeda pula dalam menikmati hidup. Diantara berbagai cara menghilangkan kebosanan dan ruwetnya hidup, kata “healing” yang berarti penyembuhan ini juga sering kita dengar. Kali ini Saya pun melakukannya dengan cara berbeda, yaitu melakukan solo traveling by bus on June 26, 2022.

Solo Traveling by Bus on June 26, 2022

Kedengarannya sok gaya ya, judulnya pakai bahasa Inggris. Sebenarnya tidak juga, lha traveling yang dilakukan pun sederhana dan murah, sangat terjangkau hanya menggunakan bus, dan bus itu pun bukan bus mewah, seperti sleeper bus, atau bus patas, melainkan bus ekonomi.

Solo Traveling Murah dari Pedesaan

Kok sub judulnya lebih aneh lagi? Ya gimana lha wong berangkatnya saja dari desa, di pesisir pantai utara, meskipun desa ini dekat dengan Kawasan Wisata Gunung Bromo. Tidak ada persiapan, hanya membawa beberapa dokumen surat-surat identitas, dan yang pasti uang untuk membeli tiket bus.

Solo Traveling Murah dari Pedesaan

Berangkat pun saat itu masih pagi, persiapan pun dilakukan setelah sholat subuh pada hari Minggu, 26 Juni 2022, sekitar pukul 05.00 dan baru mendapatkan bus sekitar pukul 05.40 WIB. Kali ini perjalanan dimulai dari daerah Tongas, meskipun biasanya titik awal dimulai dari penginapan di sekitar Bromo. Karena keberangkatan tidak melalui terminal dan kebetulan kalau menunggu Bus Patas agak lama, maka untuk perjaalanan transit ke Surabaya, Saya tidak memilih-milih bus, bus yang mengangkut saya pun hanya bus ekonomi, dan seperti layaknya bus ekonomi yang melalui dan menuju daerah timur Jawa Timur, selalu ada hiburan yang menaraik, yaitu musik dangdut koplo. Harga tiket dari Tongas (dihitung dari jarak Probolinggo)  ke Surabaya per orang sekitar Rp. 30 ribu.

Baca juga: Pagi di Sukarno Hatta Jombang.



Bisa dibilang, perjalanan awal ini menyenangkan, selain dilakukan di awal pagi, juga bus yang Saya tumpangi tidak terlalu penuh, padahal saat itu hari Minggu. Mungkin sama halnya dengan kondisi bisnis, dimana sejak wabah pandemi Covid-19 kemarin, orang-orang masih jarang yang bepergian dan cenderung lebih menikmati waktu di rumah.

Transit Sebentar di Terminal Purabaya, Sidoarjo

Tidak berapa lama sekitar 2 jam, bus yang Saya tumpangi sampai di terminal Purabaya. Terminal ini biasa disebut masyarakat sebagai Terminal Bungurasih yang berlokasi di Jalan Letjen Soetoyo , Dusun Bungurasih Timur, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Nah disebut Terminal Bungurasih, karena lokasinya yang berada di Desa Bungurasih.

Transit Sebentar di Terminal Purabaya, Sidoarjo

Terminal Purabaya ini adalah terminal penumpang tipe A serta terminal induk utama Kota Surabaya (selain Terminal Tambak Osowilangon). Terminal seluas 119.950 m2 ini dibangun pada tahun 1989 dan dioperasikan mulai 11 Maret 1991, dengan peresmian oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada 8 April 1991. Terminal ini awalnya difungsikan untuk merelokasi bus antarkota yang sebelumnya memiliki trayek menjangkau kawasan dalam kota, seperti Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang.







Saat ini, Terminal Purabaya  melayani berbagai moda transportasi darat yang menuju berbagai kawasan di dalam Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, serta kota-kota di pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara dan Sumatera.

Oke, karena harus pindah bus, tentu saja ada  saja yang dilakukan disini, yaitu ke toilet untuk buang air, tenang buang air kecil disini masih Rp 2 ribu kok. Selain itu juga foto-foto beberapa kondisi tentang terminal ini setelah lama tidak menggunakan bus.

Foto-foto Suasana Luar Terminal Purabaya Saat Keberangkatan






Perjalanan Menuju Jombang untuk Menikmati Secangkir Kopi

Sama halnya perjalanan dari Tongas, maka perjalanan menuju Jombang ini Saya masih menggunakan bus ekonomi. Pada awalnya bus Jaya (PO. Jaya 1 – Kuning) ini tidak terlalu penuh, namun setelah sedikit terlelap dalam perjalanan. Bus ini pun penuh, apalagi dalam perjalanan bus ini melewati jalan tol, meskipun kemudian keluar pintu tol Mojokerto, karena ada penumpang yang harus turun di kota ini.





Dalam perjalanan, ada beberapa pengamen dan penjual asongan yang menawarkan dagangannya. Ada juga yang unik, sebelum mengamen, dia memberikan amplop dengan sedikit tulisan. Setelah bertahun-tahun tidak naik bus umum, karena selama ini pilihannya adalah naik mobil pribadi atau motor, baru kali ini menemui lagi model ngamen seperti ini.


Sampai Jombang sekitar pukul 09.00 pagi. Tentunya bisa bertemu dengan saudara, orang tua, atau teman-teman menjadi healing sederhana yang membahagiakan. Apalagi mereka semua sehat tanpa kurang suatu apa pun.


Nah ini  yang ditunggu, yaitu kenikmatan minum kopi. Meskipun singkat, kopi yang kami nikmati adalah kopi Lampung yang diolah dengan sederhana dalam bentuk industri kopi rumahan. Harganya murah meriah per kg dijual dengan harga Rp. 60 ribu. Namun karena harga teman maka kopi Lampung ini hanya seharga Rp. 55 ribu saja.



Setelah Ashar sekitar pukul 15.00 Saya pun pamit, untuk pulang. Tidak ada bayangan dan harapan selain hal menyenangkan di pagi hari sampai malam.





Solo Traveling Quotes

Setelah melakukan perjalanan santai dengan berbagai suasana, tidak ada yang menyenangkan selain menikmati hidup, karena pada daasarnya hidup adalah sebuah perjalanan, maka nikmati hidupmu dengan Tuhan.

Travel far enough to meet yourself.”

Semoga sedikit pengalaman perjalanan “Solo Traveling by Bus on June 26, 2022” bisa menginspirasi kita tentang nikmatnya traveling.