Ngopi Cappucino di “Warkop CJ DEWE” Jombang

Ceritanya kali ini kami tidak sengaja untuk mampir ke tempat ngopi ini. Awalnya karena galau, galau karena banyak proyek yang tertunda, galau karena bamyak tulisan yang masih terbengkalai. Yahhh, jadinya tulisan malam ini agak sedih. Tapi tidak mengapa yang penting akhirnya masih dapat tempat nongkrong untuk menulis.

Tempat nongkrong ini sepertinya masih baru, lebih pas kalau disebut dengan “Home Cafe”, karena cafe ini serasa di rumah sendiri. Dengan tatanan tempat yang luas, sehingga pengunjung berasa di rumah sendiri. Ketika kami datang, pengunjung yang datang kebanyakan anak muda, dengan jumlah per kelompok 2 sampai 3 orang bahkan lebih. Kebanyakan mereka menikmati waktu dan malam sambil ngobrol dan ada juga yang bermain game di laptop.

Lokasi. Lokasi “Warkop CJ Dewe” ini pun mudah dijangkau, masih berada di dalam Kota Jombang, tepatnya di Jalan Airlangga V, Jelakombo. Jalan ini bisa dikatakan juga sebagai jalan tembus yang bisa mengarah kemana saja karena berada di tengah-tengah Kota Jombang.

Warkop CJ Dewe
Warkop CJ Dewe

Kenyamanan. Menurut ownernya, Cak Udin, warkop CJ Dewe ini memang dibuat dengan konsep seperti rumah sendiri, sehingga penikmat kopi dan makanan bisa merasakan sajian seperti layaknya dirumah sendiri. Begitu juga dengan kami, setelah capek berkeliling dan memikirkan pekerjaan yang lumayan menguras pikiran kami. Begitu sampai pun kami tidak langsung memesan kopi, namun kami langsung mengambil satu bungkus nasi, yang biasanya kalau di warung-warung di kota lain ada yang menamainya dengan sego kucing, sego jotos atau pun sego banting. Untuk rasa, nasi bungkus ini cukup lumayan nikmat, dengan harga sebungkus Rp. 5.500,-, lauk ayam bumbu dan tahu goreng lumayan cukup murah untuk mengisi perut kami yang keroncongan.

Nikmatnya nasi bungkus. Untuk makannnya kami memilih nasi bungkus, atau dalam bahasa keseharian disebut juga dengan “sego bungkus”. Ada yang menyebut dengan sego kucing, karena nasi dan lauknya tu dibungkus sepeti makanan ucing. Begitu banyak penamaan untuk nasi bungkus ini, dan ini menjadi kebebasan bagi warung-warung atau restoran untuk menamainya, selain itu juga tergantung dari daerah yang menjadi asal penamaan nasi ini.

Sego bungkus
Sego bungkus

Secangkir Cappucino. Setelah menikmati sedapnya nasi bungkus, kami pun mulai memesan kopi cappucino khas warung kopi. Warkop CJ Dewe ini juga memiliki minuman khas yang menjadi minuman utama di CJ Dewe ini, yaitu kopi terbang. Kopi Terbang ini dibuat dari kopi asli, segelas kopi terbang ini terdiri atas kopi asli dengan susunan dibagian paling bawah, gula, baru kemudian es. Namun untuk kali ini kami hanya memesan “Kopi Cappucino”, harganya murah meriah hanya Rp. 3.000 saja, namun karena bukan kopi asli seperti yang kami nikmati seperti biasanya, kami pun sampai memesan 2 cangkir kopi cappucino.

Secangkir Cappucino
Secangkir Cappucino

Satu lagi yang mungkin bisa membuat betah kawan-kawan sekalian apalagi kopi lover, seperti warkop jaman sekarang lainnya, warkop ini juga dilengkapi dengan “free wifi”. Dan hal ini menjadi kebutuhan wajib bagi tempat nongkrong yang ingin menjaring peruntungan dengan menggaet nongkrongers (istilah; bagi pecinta nongkrong) di tempat-tempat tersebut. Bagi kami yang kebetulan menikmati fasilitas wifi tersebut untuk bekerja (kirim email, meng-up load blog), kami sangat terbantu sekali. Apalagi kecepatan internetnya lumayan cepat, untuk kapasitas internetnya saya sendiri tidak tahu, tapi yang penting bagi penikmat wifi, wifi yang disediakan gratis, dan yang paling utama serta tidak boleh ketinggalan adalah tersambung dengan cepat dan tidak lemot.

Jadi kawan, penikmat kopi dan pecinta nongkrong, sudah semakin banyak tempat ngopi dan nongkrong yang bisa menjadi tempat untuk menikmati waktu. Dan “Warkop CJ Dewe” ini bisa menjadi referensi kawan-kawan sekalian sebagai tempat untuk menikmati waktu bersama teman.

Post a Comment

0 Comments