Hak Istri Punya Rumah

Hari ini Saya diingatkan untuk selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga, khususnya istri. Salah satunya yang bisa diberikan dan juga kewajiban yang harus diberikan adalah memberikan rumah yang layak untuk istri. Terlepas istri meminta atau tidak, rasanya itu adalah hal yang wajib, meskipun saat ini sudah memiliki rumah dari pemberian orang tua dari istri.

Dahulu kami, memang pernah memiliki rumah yang layak untuk keluarga kecil kami di lingkungan perumahan kelas menengah di Kota Surabaya. Namun, karena ingin lepas dari hutang, akhirnya rumah tersebut kami jual untuk menutup segala kewajiban hutang, termasuk hutang KPR yang menurut kami lumayan besar, belum termasuk hutang konsumtif lainnya.

Dibalik itu semua, mulai hari ini pun semangat dan tekad untuk memberikan kebahagiaan bagi dirinya (istri) menjadi hal utama yang sudah mendukung saya memulai dari nol. Dan setelah mendapatkan jenajng karir lumayan, akhirnya saya pun resign, dan saat ini kami pun memulai lagi dari nol.

Namun hal ini tidak menyurutkan tekad saya untuk mendapatkan rejeki lebih, khususnya berusaha bisa mengumpulkan uang untuk bisa membangun rumah untuk istri dan anak-anak.



Hal ini pun sesuai dengan yang disampaikan Ustadz Syafiq Riza Basalamah, sebagai berikut:

Semoga catatan hari ini memberikan semangat untuk meriah rejeki halal yang bisa meningkatkan ibadah kami.

Post a Comment

0 Comments